You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Rusun Kapuk Muara Masih Didominasi Penghuni Bermobil
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Lurah Diminta Pantau Mobil Penghuni Rusun

Keberadaan mobil disekitar Rusunawa diminta menjadi perhatian para lurah setempat. Pasalnya pada umumnya pemilik mobil yang tinggal dirusun memarkirkan kendaraanya di sekitar kawasan perumahan.

Makanya perlu peran pimpinan wilayah seperti lurah untuk cek disekitar rusun, mobil siapa yang parkir. Kalau punya warga rusun segera dilaporkan

Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Sunardi Sinaga mengatakan, petugas tentunya tidak bisa menjangkau penertiban hingga ke dalam perumahan warga. Sebab angka penertiban di jalan protokol saja masih tetap tinggi pelanggarannya.

"Makanya perlu peran pimpinan wilayah seperti lurah untuk cek disekitar rusun, mobil siapa yang parkir. Kalau punya warga rusun segera dilaporkan," ‎ujarnya, Kamis (28/4).

Sebagian Penghuni Rusun Kapuk Muara Diduga Ilegal

Hal ini sendiri menindaklanjuti banyaknya pemilik rusun yang memiliki kendaraan seperti di Kapuk Muara. Penggunaan rusun sendiri seharusnya diberikan bagi warga yang relokasi dan tidak mampu.

"Kedepannya kita berencana untuk menambah unit pasukan kita hingga tingkat kecamatan. Jadi ada semacam kasatgas wilayah, tapi saat ini pengawasan para lurah harus diutamakan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6885 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5678 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3443 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2128 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1894 personAnita Karyati